Islam dalam Spirit Pilar Kebangsaan

Lukman , tanggal 22 April 2018

Kebangsaan

[Hatimerdeka.com] Salah satu yang menjadi problem kehidupan berbangsa saat ini adalah pemahaman masyarakat terhadap spirit kebangsaan. Spirit kebangsaan sering diterjemahkan hanya pada otoritas yang ditetapkan negara seperti pengakuan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Pancasila, Garis Besar Haluan Negara (GBHN), dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Pemahaman terhadap empat pilar tersebut masih sebatas simbol yang dipandang tidak begitu penting. Hal ini dapat dilihat dari kesanggupan masyarakat dalam menerjemahkan nilai-nilai yang terdapat dalam empat pilar tersebut, baik yang mencakup kehidupan sosial bermasyarakat, bernegara, atau pun kehidupan antarbangsa.

Spirit dalam empat pilar kebangsaan sebagai bagian dari cita-cita Islam penting diperjelas, mengingat empat pilar tersebut sangat relevan dengan nilai-nilai yang dianjurkan dalam Islam. Keberislaman dalam empat pilar tersebut dalam dilihat pada cita-cita besar yang digagas oleh founder father negeri ini.

Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 misalnya terdeskripsikan tentang hak kemerdekaan bagi setiap bangsa dan negara, hak untuk berkeyakinan terhadap agama yang diyakini kebenarannya serta menghargai nilai-nilai luhur kemanusian yang dilandaskan pada spirit kebebasan. Spirit kebebasaan dimaksud adalah kebebasan yang tidak melawan negara, menghargai hak orang lain serta menyadari setiap konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya. Sebagaimana penjelasan dalam UUD ’45, Pancasila sebagai dasar negara pun dipandang erat dalam mewujudkan eksistensi dari Islam sebagai agama yang meyakani keberadaan Tuhan, menghargai nilai-nilai kemanusian, semangat persatuan, kepemimpian yang terwakilkan, serta keadilan yang merata menjadi penguat dari keberislaman masyarakat Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk mayoritas Islam.

Sebagai agama mayoritas, para pemeluk Islam tidak perlu takut dan khawatir menjukkan identitas keislamannya. Ajaran-ajarannya (Islam) harus dirasakan oleh semua kalangan, tanpa terkecuali perbedaan agama dan suku minoritas. Islamisasi harus menjadi bagian yang dilindungi oleh negara. Begitupun dengan agama yang lain dalam proses penyebarannya dilindungi oleh negara sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Empat pilar kebangsaan yang ditetap oleh DPR RI menjadi landasan umum dalam proses interaksi dan komunisaki semua elemen bangsa. [L-Hakim]

Komentar