Bestarikan Cara Kita, Lestarikan Bumi!

Lukman , tanggal 22 April 2018

Bumi, Pepohon

Hari Rayakan Bumi Kita

[Hatimerdeka.com] Hari bumi atau yang lebih dikenal dengan earth day satu adalah hari untuk kita merefleksi kembali cara kita memandang bumi. Memandangnya dengan arus kesadaran bahwa bumi adalah hadiah bagi makhluk hidup secara khusus untuk manusia – yang diberikan peran dan tanggung jawab untuk menjaganya. Bumi menjadi bagian yang tidak boleh dipisahkan dalam kehiduapan manusia. Sebagai kebutuhan manusia, penjagaan bumi pun harus dipahami dengan ilmu dan nilai-nilai dasar yang universal, di mana bumi yang di dalamnya ada udara, matahari, bulan, galaksi, alam, air dan semua bagian yang melengkapinya diciptakan untuk kemaslahatan bersama – antara makhluk hidup dengan manusia.  

Memperingati hari Bumi adalah bagian dari cara kita menyemarakkan kesadaran dan apresiasi terhadap siapa saja yang telah peduli terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Sebagai sebuah gerakan, hari bumi dalam sejarahnya pertama kali peringati pada tanggal 22 April 1970 di Amerika Serikat. Hingga tahun 2018, hari bumi telah diperingati sebanyak 48 kali sejak pertama tahun 1970 adalah setengah abad kurang 2 tahun dari perperjalanannya.

Dalam memperingati hari bumi, upaya-upaya menyemarakkannya dapat dimulai dari lingkungan kecil tempat kita tinggal (keluarga), seperti: membuang sampah pada tempatnya; memisahkan antara sampah organik, anorganik dan Sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Di rumah tangga, sampah organik sering sekali dijumpai. Seperti halnya sisa makanan, sayuran dan dedaunan di pekarangan rumah. Jenis sampah inilah yang disebut dengan sampah organik atau sampah basah yang bisa diurai secara alamiah. Selain jenis organik, terdapat juga sampah anorganik sebagai lawan dari sampah organik, di mana sampah tersebut memerlukan proses manusia untuk menguraikannya, misalnya bekas plastik, kaleng dan styrofoam. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah kering. Dan yang terkahir adalah sampah B3, yakni semua jenis bahan berbahaya dan bercaun, seperti deterjen cuci, obat-obatan atau pun limbah pabrik dan sebagainya. Memisahkan ketiga jenis sampah tersebut bagian dari rasa menjaga dan rasa kesadaran untuk memelihara bumi.

Contoh-contoh di atas adalah cara yang praktis memelihara bumi dengan cara membestarikan pengetahuan kita mulai dari lingkungan yang paling kecil bernama keluarga. Pada akhirnya, kita terus berupaya mentradisikan hal-hal kecil untuk memasyarakatkan kemaslahatan yang terbaik untuk bumi kita.

Selamat memperingati Hari Bumi 22 April 2018. Perlakuan kita kepada bumi adalah cara kita bersahabat dengan bumi.

Komentar