Gempa Lombok, BNPB : Penyebaran Pengungsi Menyulitkan Evakuasi dan Distribusi Bantuan

diposting tanggal 10 Agustus 2018

Foto aerial kondisi permukiman di Desa Telagawareng, Pemenang, Lombok Barat, NTB, Rabu, 8 Agustus 2018. Sejumlah lokasi yang terdampak gempa bumi belum mendapat bantuan berupa makanan, minuman, obat-obatan, dan tenda. ANTARA/Zabur Karuru

Foto aerial kondisi permukiman di Desa Telagawareng, Pemenang, Lombok Barat, NTB, Rabu, 8 Agustus 2018. Sejumlah lokasi yang terdampak gempa bumi belum mendapat bantuan berupa makanan, minuman, obat-obatan, dan tenda. ANTARA/Zabur Karuru

Gempa Lombok berkekuatan 7 SR yang terjadi pada Ahad, 5 Agustus 2018 telah merusak banyak bangunan di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hampir 75 persen permukiman di sana hancur dan rusak akibat gempa.  

Gempa bumi lombok tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, melainkan menimbulkan efek pskologis. sehingga menyebabkan masyarakat mengungsi ke tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau.

Sutopo menuturkan "Lokasi pengungsi yang tersebar di tempat-tempat yang terpisah cukup jauh menyebabkan kesulitan evakuasi korban dan distribusi logistik".

Untuk mengatasi masalah tersebut, saat ini tim gabungan TNI, POLRI, BASARNAS dan BNPB menyiagakan enam unit helicopter yang dimanfaatkan untuk proses evakuasi dan penyebaran logistik. Selain itu tim gabungan mengerahkan sekitar 3000 orang relawan yang di bantu dengan ribuan relawan dari NGO yang tersebar di seluruh Wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Selain itu Tim Gabungan juga mengerahkan 18 unit alat berat untuk mengevakuasi korban yang tertimbun runtuhan bangunan. Sampai saat ini, dilaporkan korban meninggal dunia 385 orang yang telah diidentifikasi  

Komentar